
ini cerita tentang seni impian dan bagaimana mendapatkan impian tersebut,menikmatinya dengan rasa yang manis hingga lupa rasa pahit yang sempat mampir diujung lidah atau bahkan perih yang masih terasa di pojok hati.
ini tentang bagaimana sabar akan berbuah manis pada masanya,meski hari hari sebelumnya kita mungkin menderita hingga berdarah darah.
banyak jalan untuk meraih bahkan menjemput impian tersebut,karena impian yang masing masing kita punya pastilah beda warna.
bertahan....cara klasik sederhana yang selalu terbukti berhasil menang dan mengalahkan segala bentuk ancaman,keraguan,dan gangguan keyakinan yang terus berupaya membuat limbung setiap pijakan yang sedang kita titi.
semua hal yang mengancam reputasi otak dalam mengendalikan keinginan hanya bisa di bendung oleh keyakinan kita bahwa, bertahan adalah jalan terbaik yang tidak mengancam
tetapi......keputusan bertahan tidak dilakukan secara bunuh diri, dalam artian konteksnya tidak selalu stag,diam menunggu wangsit dan tidak melakukan apa-apa.
ilmu bertahan harus paling tidak minimal memiliki 60% keyakinan,40% usaha.
yakinkan anda menang,tanamkan keyakinan tersebut karena itulah kunci dari success yang merupakan dasar dari ilmu bertahan.
banyak orang bertahan tapi tenggelam kenapa? ya kenapa tidak hal tersebut anda tanyakan kepada diri anda? mungkin anda akan punya versi tersendiri dalam menganalisa kasus tersebut.atau setidaknya anda bisa mengambil hikmah dan manfaat dari kegagalan tersebut.
lalu ajukan lagi kenapa perusahaan besar bisa bertahan sekian lama menghadapi persaingan ,fluktuasi,resesi,bahkan malah lebih eksis?
atau mungkin anda ingin mengambil hikmah dari sosok individu? mari kita lihat lagi kenapa banyak tokoh masyarakat,artis,bahkan pemusik tidak kehilangan penggemar meskipun sang individu tersebut sudah melewati masa kontrak hidup di bumi alias wafat?
mungkin anda sudah tahu jawabnya,mungkin belum...kan? sekarang anggap saja ini jawaban dari saya yang tidak tahu apa apa atau cuma pandangan sempit dari saya,karena saya yakin setiap orang punya paradigma tersendiri.
mungkin saya berikan sedikit faktanya..versi lokal,sebuah warung tidak takut untuk bersaing menjual barang yang sama bahkan dilokasi yang sama untuk waktu yang lama dan cukup bahkan sangat menghasilkan...kenapa? kalau mau jawaban sepele pastinya adalah "rezeki Tuhan yang atur"...
kalau mau jawaban dari saya..." karena tidak semua lidah punya rasa yang sama"... apa yang dijual diwarung tersebut tentunya tidak ditolak oleh semua lidah kan? dan jawaban berikutnya adalah karena dia "bertahan" untuk tetap ditemukan oleh lidah lidah yang menerina selera dan rasa yang ditawarkan oleh warung tersebut.
mempertahankan,keyakinan,prinsip,dan jati diri tidak akan membuat hancur,justru membangun kita untuk lebih tegak..karena "survive adalah the way dari success..
semoga berguna
ramadhan
30-06-2006
