Tuesday, August 26, 2008

Toxoplasma


Toxoplasma atau Toxoplasma gondii adalah sejenis hewan bersel satu yang sering
juga disebut protozoa. Toxoplasma merupakan parasit yang dapat menginfeksi
hewan dan manusia.
Toxoplasmosis adalah nama penyakit pada hewan dan manusia yang disebabkan oleh
Toxoplasma gondii.
Mengapa Toxoplasma gondii sering disebut virus ?
Toxoplasmosis terkenal sebagai salah satu penyakit yang harus diwaspadai pada
ibu-ibu atau calon ibu yang hendak mengandung anaknya (hamil). Penyakit lainnya
adalah Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Semua penyakit ini sering disingkat
menjadi TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes). Ketiga penyakit
terakhir disebabkan oleh virus, sehingga orang sering salah pengertian dan
menganggap toxoplasma adalah virus.
Siapa saja yang dapat terinfeksi toxoplasma ?
Semua orang dapat terinfeksi toxoplasma. Laki-laki dan perempuan baik muda
ataupun tua dapat terinfeksi toxoplasma. Hewan apa saja yang dapat terinfeksi toxoplasma ?
Hampir semua hewan berdarah panas dapat terinfeksi toxoplasma. Hewan yang
sering berada disekitar manusia & kucing seperti sapi, kuda, tikus, domba,
anjing, ayam, burung, babi dll juga dapat terinfeksi toxoplasma. Satwa liar
seperti musang, harimau, anjing hutan, dll juga dapat terinfeksi toxoplasma. Mengapa kucing dianggap sebagai sumber utama penularan toxoplasma ?
Sebenarnya semua hewan berdarah panas dapat terinfeksi dan menularkan
toxoplasma kepada manusia. Toxoplasma berkembang biak mengikuti suatu siklus
hidup (seperti siklus hidup pada kupu-kupu). Toxoplasma dapat berkembang dengan
cara membelah diri (non seksual) dan seksual (makro gamet dan mikro gamet).
Pada hewan-hewan selain kucing toxoplasma berkembang biak dengan cara non
seksual. Kucing adalah inang definitif toxoplasma. Dalam tubuh kucing,
toxoplasma dapat berkembangbiak dengan cara seksual dan non seksual. Bagaimana cara penularan toxoplasma ?
Kucing yang terinfeksi toxoplasma hanya menyebarkan ookista dalam jangka waktu
tertentu, yaitu sekitar 10 hari sejak terinfeksi. Setelah 10 hari jumlah
ookista yang disebarkan biasanya sangat sedikit dan mempunyai resiko penularan
yang sangat kecil. Penyebaran ookista ini biasanya terjadi pada kucing muda.
Penyebaran ookista biasanya tidak terjadi pada kucing dewasa karena sistem
kekebalan tubuh mereka lebih baik dan relatif dapat mengendalikan sendiri
infeksi toxoplasma tersebut.
Manusia atau hewan dapat tertular bila menelan kista atau ookista toxoplasma.
Kista atau ookista ini bersifat seperti “telur”. Telur yang tertelan tersebut
akan menetas dan berkembang di dalam tubuh hewan atau manusia.
Kista tersebut dapat hidup dalam otot (daging) manusia dan berbagai hewan
lainnya. Penularan juga dapat terjadi bila hewan atau manusia tersebut memakan
daging mentah atau daging setengah matang yang mengandung kista toxoplasma.
Kista toxoplasma juga dapat hidup di tanah dalam jangka waktu tertentu. Dari
tanah ini toxoplasma dapat menyebar melalui hewan, tumbuh-tumbuhan atau sayuran
yang kontak dengan kista tersebut.
Mengapa orang yang tidak memelihara kucing bisa terinfeksi toxoplasma ?
Toxoplasma terdapat diseluruh dunia secara meluas. Kucing bukanlah sumber utama
penularan toxoplasma. Yang pasti orang tersebut pernah menelan kista toxoplasma
yang masih hidup. Kista bisa berada pada sayuran atau daging yang tidak dimasak
sempurna.
Benarkah toxoplasma menular melalui liur dan bulu kucing ?
Tidak. Bentuk menular dari toxoplasma adalah bradizoit dan kista, kista hanya
dikeluarkan oleh kucing yang positif terinfeksi melalui kotorannya (feces).
Selama bulu dan liur kucing tidak mengandung kista kita tidak akan tertular
toxoplasma bila membelai bulu kucing. Bahkan bila pada bulu kucing terdapat
kista, dan pindah ke tangan kita pada saat membelai bulunya, penularan masih
bisa dicegah dengan mencuci tangan dengan sabun hingga bersih. Bagaimana gejala manusia yang terinfeksi toxoplasma ?
Sebagian besar manusia yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali
(subklinis). Meskipun jarang terjadi, pada infeksi yang akut dapat
mengakibatkan pembengkakan kelenjar pertahanan (limfoglandula) yang terdapat
disekitar leher, ketiak, dll.
Apa akibat toxoplasma pada hewan
Sebagian besar infeksi toxoplasma pada hewan bersifat sub klinis (ringan dan
tidak menunjukkan gejala sama sekali). Pada infeksi yang parah dapat
menyebabkan diare dan cacat pada fetus kucing atau hewan lainnya
Bagaimana akibat toxoplasma pada manusia
Pada pria, infeksi akut toxoplasma dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar
getah bening. Bila berlangsung terus menerus dapat menyebabkan kemandulan.
Toxoplasma dan menginfeksi dan menyebabkan peradangan pada saluran sperma.
Radang yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penyempitan bahkan
tertutupnya saluran sperma. Akibatnya pria tersebut menjadi mandul, karena
sperma yang diproduksi tidak dapat dialirkan untuk membuahi sel telur.
Seperti pada pria, infeksi toxoplasma yang berlangsung terus menerus dapat
menginfeksi saluran telur wanita. Bila saluran ini menyempit atau tertutup, sel
telur yang telah dihasilkan oleh indung telur (ovarium) tidak dapat sampai ke
rahim untuk dibuahi oleh sperma.
Yang paling berbahaya adalah akibat toxoplasma terhadap Janin/fetus. Kista
toxoplasma bisa berada di otak janin menyebabkan cacat dan berbagai macam
gangguan syaraf seperti gangguan syaraf mata (buta, dll). Akibat lainnya adalah
janin dengan ukuran kepala yang besar dan berisi cairan (hidrocephalus) .

No comments: